10 Fakta Biaya Hidup di Indonesia yang Wajib Anda Ketahui

Biaya Hidup

10 Fakta Biaya Hidup di Indonesia yang Wajib Anda Ketahui – Jika Anda memutuskan tinggal di Indonesia, Anda harus mempertimbangkan biaya hidup. Biaya hidup berarti biaya rata-rata yang harus Anda keluarkan untuk makanan, sanitasi, rumah, dan lain-lain setiap hari. Dan tentu saja perspektif mahal atau murah tergantung pada setiap orang. Itu relatif.  Beberapa survei mungkin mengatakan bahwa biaya hidup di Indonesia murah, tetapi Anda ne untuk melihat fakta-fakta ini untuk pertimbangan Anda penganggaran untuk tinggal di Indonesia.

Indonesia peringkat ke-56 terendah biaya hidup di dunia pada 2017

Indonesia berada di peringkat ke-56 dari 112 negara. Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki biaya hidup yang tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal. Lembaga survei ekonomi menempatkan 112 negara dalam hal biaya hidup dibandingkan dengan New York City, Amerika Serikat. Kota ini dipilih karena saat ini nilai tukar dolar AS menguat dibandingkan mata uang negara lain. New York juga terkenal dengan biaya hidupnya yang mahal.

Anda harus mendapatkan setidaknya Rp 34 juta per bulan untuk mendapatkan standar hidup yang sama di New york

Indeks harga sewa dinilai 78,52% lebih rendah dari New York City. Sementara harga kebutuhan sehari-hari lebih rendah 49,22%. Namun sayangnya, daya beli di Jakarta lebih rendah 72,11% dari New York City. Menurut data, Anda harus mendapatkan Rp 34 juta per bulan sehingga Anda dapat menikmati kenyamanan yang sama dengan standar hidup untuk orang-orang di New York City.

Solo adalah kota dengan biaya hidup terendah di Indonesia

Solo adalah kota dengan biaya hidup terendah di Indonesia. Biaya hidup di daerah yang dikemudikan Joko Widodo ternyata lebih murah dari Yogyakarta. Para siswa yang pernah berpengalaman tinggal di sini mungkin sudah memahami bahwa biaya hanya makan nasi, sayuran dan gorengan hanya membutuhkan kurang lebih Rp 7000.

Untuk hunian atau kos-kosan, satu tahun hanya membutuhkan Rp 2-3 juta. Transportasi di sana, Anda bisa menggunakan Solo Trans dengan tarif Rp 3000 hingga 15000. Jadi, bahkan dengan Rp 500.000 hingga 700.000, kita bisa hidup tenang di kota ini.

Jakarta adalah kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia

Bukan rahasia lagi bahwa Jakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki biaya hidup mahal setiap bulannya. Kita harus mengeluarkan biaya hingga Rp. 15.000 untuk sekali makan di Jakarta, belum lagi biaya perumahan yang tampaknya tidak bisa bernegosiasi.

Biaya boarding di wilayah Jakarta bisa dua kali atau bahkan tiga kali lebih tinggi dari Jogja. Selain itu, karena sudah menyandang gelar kota besar, harga barang yang dibutuhkan di sana juga semakin mahal. Itu sebabnya harganya lebih dari Rp.

Biaya hidup beraneka macam karena kondisi geografis

Indonesia adalah negara kepulauan, pembangunan yang tidak merata sejak pertama kali mengakibatkan pemerintah kesulitan menyamakan harga. Hal ini dikarenakan persoalan biaya pengiriman yang mau tidak mau melalui laut atau udara dan tentunya tidak bisa terlalu banyak seperti di negara lain. Di negara lain, dapat menggunakan kereta jalan atau triller yang membuat harga lebih murah dan pengiriman lebih efisien karena jalur darat dapat banyak muat dan intens setiap hari. Sementara di Indonesia, pengiriman barang dan ekspedisi melewati medan yang berat.

Biaya hidup berubah karena inflasi

Inflasi bergerak naik dari level harga. Pada dasarnya ini terkait dengan harga, ini juga bisa disebut berapa banyak uang (rupiah) untuk mendapatkan barang tersebut. Inflasi adalah hal utama yang menyebabkan peningkatan biaya hidup di Indonesia. Tentu saja ada banyak faktor yang mempengaruhi inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, biaya hidup di Indonesia tidak pernah bisa dibandingkan dengan harga 5 tahun yang lalu, atau mungkin 10 tahun yang lalu.

Anda membutuhkan setidaknya Rp 50.000 untuk biaya makanan lengkap dalam sehari

Jika Anda berencana untuk tinggal di Indonesia untuk jangka panjang, Anda harus membuat perencanaan anggaran terlebih dahulu. Biaya rata-rata untuk makanan di Indonesia adalah Rp 50.000 sehari. Meskipun biaya makanannya bisa berbeda dari satu dengan orang lain, Anda harus mempertimbangkan hidup secara ekonomi di Indonesia. Hindari makan di restoran mahal. Anda bisa makan di warung makan yang benar-benar murah yang disebut “warteg”. Di sini, Anda bisa menyantap seporsi nasi, sayuran, dan lauk dengan rata-rata Rp 17.000 saja.  Jika Anda ingin sedikit makanan mewah, Anda bisa makan di restoran dengan biaya yang jauh lebih tinggi.

10% orang di Indonesia hidup dengan standar biaya hidup

Biaya standar untuk hidup minimum di Indonesia adalah 500.000 dalam sebulan. Sayangnya, masih ada 10% orang tidak mampu membayar biaya hidup mereka.  Mereka yang tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka dikategorikan sebagai orang miskin di Indonesia. Bayangkan kamu bisa hidup dengan Rp 500 ribu dalam sebulan! Namun, pastikan Anda tidak membelanjakannya di Jakarta.

Kabar baiknya, tingkat penduduk miskin di Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Jika Anda tinggal di Indonesia, bisakah Anda menghabiskan Rp 500.000 dalam sebulan? Itu sebabnya, data dari BPS (Biro Pusat Statistik) dikatakan tidak valid. Hal ini karena Financial di Indonesia berbeda untuk setiap daerah.

Hampir 30% orang Indonesia tidak bisa sesuai dengan biaya hidup mereka dengan gaji mereka

Sebagian besar dari 30% orang Indonesia tidak mengerti bagaimana mengelola pendapatan mereka. Di sini banyak orang suka berbelanja dan menghabiskan uang setelah mendapatkan gaji tanpa berpikir untuk menghemat uang. Banyak masyarakat Indonesia yang konsumtif. Mereka suka membeli barang-barang sekali-sekali. Pada akhir bulan, mereka akan hidup super ekonomis karena mereka telah menghabiskan uang di awal bulan. Itu sebabnya, jika Anda pergi ke supermarket di Indonesia, itu akan lebih penuh selama bulan awal. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Indonesia mendapatkan gaji di awal bulan. Sementara di akhir bulan, supermarket dan warung makan akan sepi.

Anda harus menyiapkan setidaknya Rp 100.000.000 jika ingin membeli rumah kecil di Indonesia

Biaya hidup tidak bisa dipisahkan dari properti dan perumahan. Nah, di Indonesia, perumahan dan properti mungkin tidak semahal di Amerika Serikat atau Singapura. Sekali lagi, itu tergantung pada preferensi Anda. Jika Anda tinggal di kota kecil, akan sulit bagi Anda untuk menyewa apartemen. Sebagai gantinya, Anda bisa menyewa rumah kecil dengan anggaran Rp 5.000 ribu setahun.

Namun, jika Anda ingin menyewa rumah di kota besar seperti Jakarta atau Bandung, itu bisa jauh lebih tinggi. Sementara jika ingin membeli rumah kecil di Indonesia Anda harus menyiapkan setidaknya Rp 100 ribu untuk rumah kecil di kota kecil. Sementara di Jakarta, Anda bisa mendapatkannya dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Itulah fakta-fakta financial di Indonesia. Poin-poin itu tidak bisa menjadi standar yang ketat, mungkin dalam beberapa tahun ke depan Financial di Indonesia akan lebih rendah atau lebih tinggi. Artikel ini dibuat pada akhir 2018. Anda dapat mencari daftar harga di Indonesia di situs ekonomi dunia agar lebih akurat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *